Sistem KPR Tanpa Sita

Terus terang, baru kali ini saya menemukan sistem KPR yang adil seperti yang akan saya cantumkan contoh kasusnya.

Sebelum ini, jika saya mendengar istilah KPR, rasanya begitu mengerikan. Bagaimana tidak, ketika rumah yang kita ambil dengan cara kredit suatu saat bisa “dirampas” hanya karena kreditnya macet. Padahal, dari awal sudah berakad bahwa kita melakukan akad jual beli -meski dengan cara kredit. Seharusnya, barang yang diperjualbelikan tersebut mutlak menjadi milik kita; tidak ada hak lagi bagi yang menjual untuk mengambilnya kecuali dengan jalan yang dibenarkan.

Setelah saya belajar sedikit-sedikit tentang bisnis properti syariah, saya mengerti bahwa sistem yang dijalankan dalam KPR konvensional maupun KPR syariah yang masih melibatkan bank masih begitu banyak akad-akad yang bermasalah. Setidaknya ini salah satu faktor yang melatarbelakangi para developer yang hanif (yang tergabung dalam komunitas Developer Properti Syariah) untuk kemudian menggelorakan skema bisnis properti yang benar.

Salah satu kelebihan yang ada pada skema KPR yang Developer Properti Syariah (DPS) jalankan, di antaranya adalah tidak diberlakukannya sistem sita. Jika suatu saat nanti konsumen benar-benar tidak mampu meneruskan pembayaran KPR, DPS tidak akan menyita rumah yang notabene sudah mutlak menjadi milik konsumen sejak DP tersebut. DPS akan memberikan solusi terbaik yang pernah ada dalam sistem KPR.

Sebelumnya, mari kita cermati cerita pendek berikut:

Pak Hasan membeli rumah di Perumahan A dengan skema KPR seperti biasanya di Bank CBA. Harga rumah yang telah disepakati ialah sebesar Rp900.000.000 dengan sistem KPR selama 10 tahun. Setiap bulannya Pak Hasan harus membayarkan angsuran sebesar Rp7.500.000.

Sembilan tahun kemudian Pak Hasan mengalami masalah dalam bisnisnya dan itu mengakibatkan pembayaran KPR terhenti. Sampai pada akhirnya Pak Hasan benar-benar dinyatakan bangkrut dan tidak dapat meneruskan pembayaran KPR di perumahan tersebut.

Selama sembilan tahun Pak Hasan telah membayarkan cicilan KPR dengan lancar, dan jika dijumlahkan selama sembilan tahun Pak Hasan sudah menyetorkan uang sebesar Rp810.000.000 dari jumlah keseluruhan yang harus dibayarkan, yaitu sejumlah Rp900.000.000.

Di sini pihak bank tempat Pak Hasan mengambil KPR tidak mau tahu. Karena Pak Hasan tidak dapat menyelesaikan kewajibannya, akhirnya rumah yang sudah dicicil selama sembilan tahun tersebut disita oleh pihak bank dan dilelang.

Bisa Anda bayangkan bagaimana perasaan Pak Hasan. Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Bisnis bangkrut, rumah disita.

Developer Properti Syariah tidak menerapkan mekanisme sita dalam KPR syariah tanpa bank ini. Jika Pak Hasan mengambil unit dari kami dan mengalami permasalahan yang serupa, maka yang akan developer lakukan ialah berdiskusi dengan Pak Hasan. Rumah Pak Hasan akan kami bantu jualkan. Jika rumah tersebut ternyata laku kembali sebesar 1,5 Miliar (nilai properti rumah dan tanah setiap tahun selalu naik) maka kewajiban yang harus dibayarkan oleh Pak Hasan ialah tetap seperti akad pertama, yaitu Rp900.000.000. Dan karena Pak Hasan sudah membayarkan angsuran sebesar Rp810.000.000, maka kewajiban Pak Hasan ialah membayarkan sisa utangnya saja, yaitu sebesar Rp90.000.000.

Jadi pada kasus di atas, jika Pak Hasan mengambil unit dengan skema KPR dari kami maka beliau mendapatkan beberapa keuntungan, antara lain:

  1. Mendapatkan keuntungan dari hasil penjualan rumahnya yang berlipat sehingga hasil keuntungan tersebut bisa dijadikan modal usaha lainnya.
  2. Tidak dirugikan oleh bunga.
  3. Insya Allah lebih berkah.

Seperti yang telah dikisahkan dari ummi.abiproperti.com dengan sedikit gubahan…

Advertisements

Ada yang ingin disampaikan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s