Investasi Terbaik

Mas Yodhia, pemilik blog bisnis terbaik (strategimanajemen.net) dalam sebuah kultwit-nya pernah mengatakan bahwa investasi terbaik justru bukan pada emas atau properti, melainkan pada investasi untuk pengembangan diri. Ditambahkannya, hal tersebut adalah demi masa depan yang lebih baik lagi.

investasi properti terbaik
Investasi Terbaik *Walah, bahasa Inggrisnya ada yg kurang huruf “t” :p

Sebagian orang familiar dengan menyebutnya sebagai investasi leher ke atas.

Investasi leher ke atas berarti, kucuran dananya mengalir pada bagian tubuh atas, yaitu kepala yang membungkus otak otak yang dibungkus oleh kepala.

nutrisi otak
Source: brainwaves.guru

Ya, kucuran dana investasinya mengalir pada otak. Maksudnya bukan investasi pada alat pemicu/ penambah gairah otak supaya greget (kalau ada :D), tapi lebih kepada membeli sejumlah nutrisi bagi otak itu sendiri.

Bentuk objek investasinya bisa beragam, mulai dari buku, kursus, training, dll. yang perannya sama-sama bisa mengregetkan otak dan menjadikan kita visioner, berpikir maju (kreatif, inovatif) ke depan sehingga bisa berdikari dalam menjalani hidup ini dengan mantap dan makmur.

Bisa menangkap maksud saya?

Kalau kita berinvestasi untuk pengembangan diri, maka kita tidak akan pernah menjadi golongan yang sering disindir Mas Yodhia dalam setiap kultwit-nya.

Siapa?

Ya di antaranya adalah orang yang di usia 30an belum juga kaya-kaya, yang mencicil Vario pun susah dan terengah-engah[1] 😛

Maka, dengan berinvestasi untuk pengembangan dirilah kita berharap tidak termasuk ke dalam golongan seperti itu.

Tapi, terus terang, saya memberikan anotasi pada diktum Mas Yodhia tentang investasi terbaik. Saya memiliki perspektif lain tentang arah investasi yang diutarakannya. Maksud saya, tidak perlulah arah investasi yang disebut-sebut itu dipertentangkan.

Memang investasi untuk pengembangan diri adalah sesuatu yang baik, tapi juga investasi pada emas, terutama properti, sama baiknya dengan investasi leher ke atas. Dengan catatan, ya tentu saja diberi catatan juga, bahwa laba yang nanti didapat wajib dianggarkan untuk pengembangan diri agar nanti bisa lebih cerdas lagi berinvestasi lebih pada properti yang memang sangat menguntungkan 😀

Fyi, investasi para properti adalah investasi pada objek yang sangat riil dan dari tahun ke tahun harganya semakin terbang melayang karena pertumbuhan kebutuhan rumah setiap tahunnya adalah sangat keren sekali.

Hanya manusia yang bodohlah yang dalam setiap langkah hidupnya diinvestasikan untuk perut dan gengsinya saja. Kata Upin dan Ipin, “Kesian, kesian, kesian…” 😀

Bagaimana tidak? Hidup ini terlalu rendahan jika hanya memikirkan gengsi, perut dan satu jengkal di bawah perut saja.

Hidup ini dinamis. Tidak ada yang sama dalam kejadian kemarin, hari ini dan hari-hari di depan nanti.

Maka pertumbuhan daya hidup kita adalah suatu keharusan dan menjadi harga mati bagi setiap orang. Dan itu bisa kita capai dengan selalu mengembangkan diri, baik kita sedang beruang memiliki uang atau pun kantong sedang kemarau berkepanjangan. Karena investasi tidak selalu identik dengan uang…

Kecuali Anda ingin berinvestasi pada proyek PNC ini dan proyek-proyek lainnya dari Sharia Green Land yang memang harus menggelontorkan uang 😉

[1] Saya berlepas diri dari target dan ukuran yang disitir Mas Yodhia ya 😀

Advertisements

Ada yang ingin disampaikan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s