Mengapa Harga Rumah di Perumahan Begitu Mahal?

Saya baru saja mendapatkan insight perihal kenapa harga rumah di perumahan cenderung lebih mahal dibanding harga rumah nonperumahan.

Ternyata ada banyak komponen yang menjadi item dalam perhitungan seorang developer guna menentukan harga rumah. Setidaknya komponen-komponen tadi bisa dibagi ke dalam dua bagian.

Bagian pertama memuat item berupa biaya-biaya struktur dan infrastruktur, sementara bagian kedua memuat item berupa biaya-biaya nonstruktur.

Yang termasuk ke dalam biaya struktur dan infrastruktur, di antaranya:

  1. Harga Pokok Penjualan (HPP) Rumah

Pada komponen ini meliputi building dan fasilitas pendukung lainnya.

  1. Fasilitas Umum (Fasum) dan Fasilitas Sosial (Fasos)

Lazimnya di dalam suatu perumahan terdapat fasilitas umum dan atau fasilitas sosial. Semakin baik dan lengkap fasilitas umum dan atau fasilitas sosial yang terdapat di dalam suatu perumahan, maka hal tersebut akan memengaruhi penentuan harga jual unit-unit yang berada di dalamnya.

Sedangkan yang termasuk ke dalam biaya nonstruktur, yaitu:

  1. Pajak Penghasilan (PPh)

PPh yang dikenal juga sebagai pajak penjual, dikenakan untuk developer (dan juga perorangan) adalah 5% dan ini memengaruhi terhadap harga jual rumah. Sementara pajak untuk pembeli (bea perolehan hak atas tanah dan bangunan [BPTHB]) biasanya ditanggung oleh pembeli. Meskipun terkadang ada developer yang menanggung BPHTB, tetapi pada hakikatnya akan dikembalikan menjadi beban konsumen dengan cara menaikkan harga jual rumah. *Sama saja! 😀

  1. Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

Untuk developer yang mengembang perumahan atas nama PT, akan sulit untuk menghindari PPN yang nilainya adalah 10%. Hal ini jelas membuat pengembang menentukan harga jual rumah (minimal) serasional mungkin.

Selain dua bagian (struktur-infrastruktur dan nonstruktur) di atas, sebenarnya ada beberapa item lain yang memengaruhi penentuan harga jual rumah. Akan tetapi biayanya tidak terlalu signifikan, sehingga hanya faktor-faktor di ataslah yang menjadi perhatian besar para developer dalam menentukan harga jual sebuah rumah.

Pajak Memberatkan
Pajak Memberatkan | Source: thebftonline.com

Di titik inilah kita mengetahui bahwa mahalnya harga sebuah rumah (terutama di perumahan) sangat dipengaruhi oleh pajak yang menjadi bagian dari regulasi negara. Seandainya pajak tersebut dihilangkan, tentulah harga sebuah rumah (meskipun di perumahan) akan berbalik menjadi murah karena ketiadaan biaya-biaya (pajak) yang tersedot ke dalam kas negara tersebut.

Pertanyaannya, bisakah pajak dihilangkan?

Tentu saja bisa, karena di dalam syariat Islam tidak dikenal istilah pajak yang permanent.

Tapi pertanyaannya bukan itu, melainkan: apakah kita mau menghilangkan sistem pajak? 🙂

***

*Tulisan disadur dari status Ust. Dandi Irawan (Founder of Sharia Green Land) di Facebook

Advertisements

Ada yang ingin disampaikan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s