Ketika Bisnis Syariah Bermasalah

Berikut adalah tulisan dari Muhammad Rosyidi Aziz selaku CEO DPS (Developer Properti Syariah) menanggapi mencuatnya kasus seorang penggiat properti yang memakai label syariah dan diduga melakukan penipuan terhadap banyak konsumennya.

***

kasus penipuan properti
Infografik Kasus Properti | Sumber: Tirto.id

Memegang teguh prinsip-prinsip syariah dalam bisnis di tengah iklim dan habitat sistem kapitalis memang sangat sulit, berat dan tidak akan bisa berjalan ideal.

Namun, menjalankan dan mewujudkannya bukan suatu yang mustahil, walau dengan segala keterbatasannya. Demikian pula Properti Syariah #TanpaBank.

Image, gambaran, espektasi dan persepsi ummat mengenai bisnis syariah pun sedemikian sempurna. Seolah tidak boleh ada kegagalan. Seolah tidak boleh ada permasalahan. Seolah harus berjalan ideal dan sempurna tanpa cacat. Demikian pula yang terjadi dalam bisnis Properti Syariah #TanpaRiba.

Sebagai sebuah konsekuensi dalam berbisnis, selain menghadirkan peluang yang besar, bisnis Properti Syariah pun pasti memiliki resiko kegagalan. Alhamdulillah, proyek-proyek yang berada di bawah supervisi Komunitas Developer Properti Syariah (DPS) 98% berjalan baik dan tidak bermasalah. Ini capaian yang patut disyukuri untuk sebuah bisnis antimainstream bernama Properti Syariah #TanpaDenda.

Sebagai catatan, dalam perjalanannya hingga usia ke 6 tahun, bisnis Properti Syariah hanya mampu ‘memakan’ kue 0,08% saja dari total kue bisnis properti di tanah air. Jumlah yang masih sangat kecil dibanding dengan potensinya, mengingat kita hidup di negeri muslim terbesar di dunia. Inilah ironi bisnis Properti Syariah #TanpaSita.

Anehnya, jika ada satu bisnis yang mengusung platform syariah menemui kegagalan, langsung saja opini-opini menyudutkan berhamburan menyeruak di berbagai media. Dengan kejamnya, media menyambar dan menggoreng beritanya bahkan hingga 24 jam nonstop. Demikian pula perilaku para konsumennya. Kenyataan ini pula yang terjadi pada proyek bermasalah yang mengusung skema bisnis Properti Syariah #TanpaAkadBermasalah.

Padahal jika mau jujur, catatan YLKI menunjukkan bahwa proyek-proyek bermasalah yang diadukan ke YLKI justru didominasi (bahkan semua) proyek-proyek berskema konvensional, bukan syariah. Bahkan, tiga besarnya diduduki oleh pengembang-pengembang besar milik para taipan yang namanya moncer sebagai pengembang berpengalaman. Namun beritanya seolah sunyi dan sepi di berbagai media massa. Sangat berbeda jika kasus wanprestasi itu dilakukan oleh developer proyek-proyek yang mengusung skema Properti Syariah #TanpaBIChecking.

Oleh karena itu, marilah kita bersikap jujur dan adil. Kepada para pebisnisnya, tetaplah menjadi pribadi yang jujur dan bertanggungjawab atas segala risiko yang terjadi dalam bisnisnya. Demikian pula, kepada para konsumen pengguna bisnis syariah, diharap bisa berlaku adil menyikapi kondisi jika terjadi permasalahan. Karena sesungguhnya, menjalankan skema syariah dalam sistem kapitalisme ibarat memegang bara api. Panas jika terus dipegang, tapi tidak mungkin dilepas karena itu adalah konsekuensi dari kemusliman kita. Demikian pula yang terjadi dalam bisnis yang mengusung skema Properti Syariah #TanpaAsuransi.

Salam Damai
Salam Berkah Berlimpah
Salam Hulu – Hilir – Halal

Advertisements

Ada yang ingin disampaikan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.