Blessing In Disguise

Oleh
Rosyid Aziz Muhammad (Praktisi Bisnis, Penggagas Developer Properti Syariah)

***

Perjuangan itu pasti memerlukan pengorbanan. Dan, setiap perjuangan untuk melakukan perubahan pasti ada reaksi berupa ketidaksukaan, ketidaknyamanan, bahkan upaya penentangan. Apalagi perubahan yang ingin dilakukan adalah perubahan hal yang mendasar.

Siapa yang terganggu dengan angin perubahan itu?

Tentu saja mereka mereka yang eksistensi dan kepentingannya terganggu.

Itulah sebagian pemaparan materi yang disampaikan penulis saat diskusi seputar Dinamika Politik dan Hukum: Tantangan Pengusaha Muslim yang diselenggarakan oleh LBH Pelita Umat dan Aliansi Pengusaha Muslim (Assalim).

Angin perubahan kini sedang bertiup kencang di negeri ini.

Kenapa?

Karena negeri ini tidak sedang baik baik saja.

Sekali lagi, negeri ini sedang tidak baik baik saja.

Spirit hijrah dan kembali menuju syariah pada tahun 2020 ini sepertinya menemui momentum puncaknya. Pun demikian terkait dengan bisnis. Terbentuknya komunitas-komunitas pengusaha dengan spirit antiriba bermunculan di mana-mana. Bahkan bisa dikatakan, dakwah yang paling massive dalam lima tahun terakhir ini adalah dakwah mengenai bahaya riba.

Marak, rame, seru, menggelegar, mendebarkan, mengharu biru, cetar membahana di seantero penjuru Nusantara.

Bagaimana dengan bisnis Properti Syariah?

Sebagaimana bisnis-bisnis syariah yang lain, eksistensi bisnis Properti Syariah saat ini pun meningkat pesat. Riset yang dilakukan Inventure (2018), bahwa Properti Syariah telah menjangkau 64,6% masyarakat Indonesia, dengan ketertarikan untuk membeli perumahan syariah sebesar 96,6%.

Besarnya minat dan dukungan terhadap Properti Syariah ternyata menimbulkan ketidaksukaan beberapa pihak.

Siapa mereka?

Tentu saja yang eksistensi bisnisnya terganggu dengan keberadaan bisnis syariah ini.

Booming pasar halal di Indonesia membuat pasar bisnis yang bercorak kapitalis mengkerut, menciut dan pelan tapi pasti makin tergerus.

Upaya-upaya untuk mendiskreditkan bisnis syariah pun dimulai. Kasus kegagalan bisnis syariah dalam kadar kecil bisa diekspos dengan bumbu-bumbu bombastis dengan iringan narasi penipuan, investasi bodong, bahkan dituding sebagai sindikat dan mafia.

Stigmanya mengerikan.

Dengan kekuatan dana, beking kekuasaan dan dukungan media massa yang oportunis, sesungguhnya mereka bisa melakukan apapun yang mereka maui.

Dramatisasi, agitasi, provokasi, stigmatisasi, atau bahkan persekusi.

Di Malang, bertebaran spanduk liar provokasi ilegal dengan tanpa identitas menolak perumahan-perumahan berkonsep syariah. Media-media nasional mainstream kompak mengangkat isu-isu negatif seputar Properti Syariah.

Demikian pula, tulisan-tulisan yang mengatasnamakan organisasi profesi menyebarkan opini-opini miring seputar bisnis berlabel syariah ini.

Di beberapa tempat, sudah ada pemanggilan-pemanggilan para pegiat bisnis syariah oleh aparat setempat.

Hikmah Tersembunyi

Sesungguhnya, masyarakat kita saat ini semakin cerdas.

Aneka propaganda negatif, provokasi dan agitasi murahan dari pihak-pihak yang terancam dengan skema bisnis syariah, justru membuat masyarakat semakin penasaran.

Kenapa?

Karena masyarakat kita sudah muak dengan aneka kebohongan dan pencitraan yang dilakukan oleh mereka yang sedang berkuasa.

Flash Sale di Maret 2020: Perumahan Syariah dengan DP 0% dan Promo Menarik Lainnya

Blessing in disguise. Properti Syariah justru panen dukungan!

sunrise in the forest

Dua pekan lalu, penulis menghadiri dan mengisi acara Gathering Akbar proyek-proyek Properti Syariah se-Sulsel. Tidak tanggung-tanggung, yang mendaftar lebih dari 4500 orang.

Pekan lalu, Gathering Customer proyek penulis di Bandung juga panen dukungan. Yang hadir tercatat lebih dari 5200 orang dalam dua hari acara.

Belum lagi, kelas-kelas belajar yang diadakan oleh Developer Properti Syariah dibanjiri peminat dari kalangan developer konvensional yang berniat hijrah menggunakan skema syariah. Bahkan, anggota asosiasi-asosiasi bisnis properti pun ramai-ramai melirik skema Properti Syariah.

Baca: 15 Persen Pengembang REI Hijrah ke Properti Syariah

Alhasil, alih-alih menjauhi skema properti atau perumahan syariah, justru masyarakat penasaran lalu berbondong-bondong tertarik dengan konsep Properti Syariah.

Kenapa?

Karena sesungguhnya syariah itu sesuai fitrah manusia, memuaskan akal dan menenteramkan hati.

Percayalah, pada akhirnya semua akan kembali menuju fitrah; kembali pada syariah.

Allahu Akbar!

Ada yang ingin disampaikan?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.